Sukoharjo – Dalam upaya merespons tantangan teknologi yang berkembang pesat, dosen Program Studi Bisnis Digital Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Politeknik BPI) berpartisipasi dalam ajang bergengsi “International Short Course 2026: Law, Politic, and Governance in the Algorithmic Age”.
Kegiatan kursus singkat berskala internasional ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara daring (online) pada tanggal 4 hingga 9 Mei 2026. Kursus ini menjadi forum interdisipliner bagi para akademisi untuk membedah isu kontemporer seputar hukum, politik, dan tata kelola di tengah dominasi algoritma.
Menanggapi keikutsertaan tersebut, Direktur Politeknik BPI, Rohmad Suryadi,S.Sos., MA. menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi besar institusi untuk memastikan kurikulum tetap berada di garda terdepan transformasi digital. “Partisipasi ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan investasi strategis kami dalam meningkatkan kualitas SDM. Di era di mana algoritma mengendalikan banyak aspek bisnis dan sosial, dosen kami harus memiliki pemahaman yang komprehensif, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek hukum dan etika global,” ujar Rohmad Suryadi.
Ia menambahkan bahwa relevansi pengajaran adalah kunci utama dalam mencetak lulusan yang siap kerja. “Kami ingin memastikan bahwa apa yang diajarkan di ruang kelas Politeknik BPI selaras dengan dinamika industri yang terjadi saat ini. Dengan wawasan internasional ini, dosen kami akan mampu membekali mahasiswa dengan perspektif tata kelola digital yang lebih luas dan kritis,” pungkasnya.

Fokus utama diskusi dalam kursus tersebut mencakup bagaimana regulasi dan kebijakan publik harus beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Keikutsertaan ini membuktikan komitmen nyata Politeknik BPI dalam memperbarui wawasan dosen, khususnya di program studi Bisnis Digital.
Dengan mengikuti kegiatan ini, dosen Politeknik BPI diharapkan tidak hanya membawa pulang ilmu baru terkait aspek legal dan politik digital, tetapi juga memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional guna mendukung pengembangan institusi di masa depan.




