Skip to content

Membangun Budaya Anti Korupsi, Mahasiswa Politeknik BPI Diperkuat Melalui Mata Kuliah PPKn

Sukoharjo – Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Politeknik BPI) terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Pada Kamis (16/7/2026), mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan materi “Membangun Sikap Anti Korupsi pada Civitas Akademika di Perguruan Tinggi” yang disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah, Inna Nur Rokhmah.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Politeknik BPI tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap upaya pencegahan korupsi sejak dini. Melalui materi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa budaya anti korupsi harus dimulai dari lingkungan akademik sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi muda.

 

Dalam pemaparannya, Inna Nur Rokhmah menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. Menurutnya, nilai-nilai anti korupsi harus menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh mahasiswa maupun seluruh civitas akademika.

“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang bersih dari praktik korupsi,” ujar Inna Nur Rokhmah.

Selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan Politeknik BPI, Inna Nur Rokhmah juga menegaskan bahwa pendidikan anti korupsi bukan sekadar materi yang disampaikan di ruang kelas, melainkan harus diwujudkan dalam budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan transparansi. Ia menambahkan bahwa pembiasaan nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

 

Melalui pembelajaran ini, Politeknik BPI berharap seluruh civitas akademika dapat menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas serta berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, jujur, dan bebas dari praktik korupsi. Pendidikan anti korupsi diharapkan menjadi bagian dari budaya kampus yang terus dikembangkan sebagai upaya mencetak lulusan yang kompeten sekaligus berkarakter.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *