Surakarta – Dosen Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Politeknik BPI), Rohmad Suryadi, S.Sos., M.A., mengikuti Pelatihan Analisis Data dan Algoritma Social Media Marketing Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada 6–19 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Peningkatan Kompetensi Instruktur Kursus Berbasis Dunia Kerja yang bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan instruktur dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya analisis data dan strategi pemasaran melalui media sosial.
Pelatihan diikuti oleh instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni pembelajaran daring pada 6–11 Juli 2026, pelatihan tatap muka pada 13–17 Juli 2026 di Balai Diklat Industri Yogyakarta, serta Uji Kompetensi Keahlian pada 18–19 Juli 2026.
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai analisis data audiens, pemahaman algoritma media sosial, pengembangan konten digital, serta penyusunan strategi pemasaran berbasis data yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Rohmad Suryadi menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan praktis yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada bidang bisnis digital dan kewirausahaan di Politeknik BPI.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara membaca dan menganalisis data media sosial, memahami algoritma platform digital, serta menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha,” ungkap Rohmad.
Lebih lanjut, Rohmad menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan berbasis dunia kerja merupakan bagian penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 8, dan SDG 9.
“Keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi pendidik dan kualitas pembelajaran, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan keterampilan digital dan kewirausahaan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pemasaran digital. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat ditransfer kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menciptakan peluang usaha dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital,” jelasnya.
Menurut Rohmad, kemampuan menganalisis data dan memahami algoritma media sosial saat ini menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan usaha berbasis digital.
“Pemasaran digital tidak cukup hanya dengan membuat konten dan mengunggahnya ke media sosial. Mahasiswa perlu memahami perilaku konsumen, membaca data interaksi, mengevaluasi efektivitas konten, dan menyusun strategi pemasaran berdasarkan hasil analisis. Dengan demikian, kegiatan pemasaran dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada hasil,” tambahnya.
Keikutsertaan dosen dalam kegiatan peningkatan kompetensi ini juga sejalan dengan komitmen Politeknik BPI dalam mengembangkan pendidikan tinggi vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, dan berjiwa kewirausahaan.
Melalui penguatan kompetensi dosen, Politeknik BPI diharapkan semakin mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan dalam proses pendidikan.
Partisipasi tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Politeknik BPI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berkualitas, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan inovasi dan ekonomi digital.




